Home | Schedule | History | About Bridge | Archives | Members | Ukor UI | Links

Bridge Books
Commemorative Boards
Once Upon a Time

DARI KEJUARAAN DUNIA BRIDGE ANTAR UNIVERSITAS Ke-1
DI BELGIA, 4-13 AGUSTUS 2002

DINAMIT DENMARK ADA VERSI INDONESIA NYA?

 

Walaupun Kejuaraan Dunia Bridge Antar Universitas baru pertama kali diselenggarakan, yaitu di Belgia, tanggal 4-13 Agustus 2002, tetapi sebenarnya telah 8 kali negara-negara Eropa menyelenggarakan kejuaraan serupa untuk tingkat Eropa saja, dan 1 kali untuk tahun genap sejak tahun 2000 kejuaraan tersebut diubah menjadi kejuaraan dunia bridge universitas yang pada tahun pertamanya disisipkan dalam penyelenggaraan Olimpiade Bridge 2000 di Maastricht, Belanda, Agustus-September 2000, dimana Indonesia juga mengirimkan kontingennya yang diwakili oleh tim bridge Universitas Indonesia, yaitu Freddy YH, Elwindra, Hidayattullah, M, Reza, M, Hidayatullah, Yohanes dan Tim Manajer Ir. Tommy Suhendra, yang berhasil meraih ranking 10 dari 22 negara dan berhasil meraih Piala The Most Impressive Recovery Throphy dari Bob Hamman/World Life Master dari USA.

Pada Kejuaraan Dunia Bridge Antar Universitas Ke-1 yang berdiri sendiri ini hanya ada 1 peserta dari benua Asia, yaitu China Taipei dan 1 dari benua Amerika, yaitu Amerika Serikat untuk menemani 11 negara peserta lain yang berasal dari Eropa. Total peserta adalah 13 negara dan pertandingan diselenggarakan dengan sistem round robin (semua bertemu sekali). Indonesia yang cukup berprestasi bagus di Olimpiade Bridge 2000 Maastrict, Belanda, tidak mengirimkan kontingennya dengan berbagai pertimbangan, antara lain kesiapan teknis, administratif maupun finansial.

Denmark, negara yang kental permainannya dalam sepakbola yang secara mengenaskan kalah dari Inggris 3-0 langsung oleh gol-gol Rio Ferdinand, Michael Owen dan Emily Heskey di per-4 final FIFA World Cup 2002, Korea-Japan, berhasil membalas kekalahan tersebut melalui cabang bridge di kejuaraan ini dengan memukul Inggris/GBR 19-11 VP di sesi pertama dari 13 sesi yang direncanakan (1 sesi bye).

Denmark akhirnya keluar sebagai Juara I dan berhak atas medali Emas setelah berhasil mengumpulkan 259.5 VP. Italia meraih Juara II dan berhak atas medali Perak, serta Belanda Juara III dan berhak atas medali Perunggu.

Dalam perjuangannya menuju tangga juara, Denmark sempat mengalami 3 kali kekalahan masing-masing dari Jerman (9-21VP), China Taipei (13-17VP) dan Belanda (12-18VP).

Rank Negara VP
1 Denmark 259.5
2 Italia 239
3 Belanda 239
4 Polandia 236
5 Jerman 230
6 Estonia 220
7 China Taipei 207
8 Belgia 188
9 Inggris 166
10 USA 163
11 Perancis 137.5
12 Yugoslavia 137
13 Turki 101
Nama Negara Medali
Anders Hagen Denmark G-G-S-B
Simon de Wijs Belanda G-G-B-B
Sebastian Reim Jerman G-S-S-B
Lars Lund Madsen Denmark G-G-B
Gregers Bjarnarson Denmark G-G-B
Kasper Konow Denmark G-S-B
Ricco van Prooijen Belanda G-B-B
Anders Sisgaard Norwegia G-B-B
Mario d'Avossa Italia S-S-S
Julius Linde Jerman S-B-B

G = Emas, S = Perak, B = Perunggu

Denmark v Inggris 19 11
Denmark v Turki 25 0
Denmark v Polandia 17 13
Denmark v Perancis 25 5
Denmark v Estonia 23 7
Denmark v Belgia 25 2
Denmark v Jerman 9 21
Denmark v Yugoslavia 25 0
Denmark v China Taipei 13 17
Denmark v Italia 25 1
Denmark v USA 23.5 5.5
Denmark v Bye 18 0
Denmark v Belanda 12 18
TOTAL VP 259.5


Diakhir kejuaraan, reputasi Denmark bertambah kental setelah menempatkan Anders Hagen dan Gregers Bjarnarson di ranking pemain-pemain yang pernah meraih 2 medali emas dalam kejuaraan antar universitas internasional. Satu medali emas pernah diraih pemain-pemain tersebut pada kejuaraan antar universitas Eropa tahun 1998. Anders Hagen juga masih memiliki koleksi medali Perak dan Perunggu dari 2 kejuaraan sebelumnya lagi, sementara Gregers Bjarnarson mengoleksi Perunggu dari 1 kejuaraan sebelumnya. Kalau diperhatikan akan timbul pertanyaan: “kapan pemain-pemain ini lulus dari universitas mereka?”

No. Negara-negara Eropa Medali Setelah 9 Turnamen Ranking Pada Turnamen Sebelumnya
Emas Perak Perunggu
1 Belanda 4 0 3 4,5
2 Denmark 3 1 2 7,8,9
3 Jerman 1 2 2 4,4,5,7
4 Austria 1 0 0
5 Italia 0 4 0 5,5,8,7,11
6 Inggris / GBR 0 1 1 4,6,7,8,9,11
7 Norwegia 0 1 0 7,8,9
8 Perancis 0 0 1 5,6,6,6,9,10
9 Israel 0 0 1
10 Polandia 0 0 0 4,5,8,8
11 Portugal 0 0 0 4,5,8,8
12 Estonia 0 0 0 4,6
13 Rumania 0 0 0 4
14 Rep. Ceko 0 0 0 5,12
15 Belgia 0 0 0 6,6,7,7,8,8,10,10,10
16 Swedia 0 0 0 6,7
17 Yunani 0 0 0 6
18 Latvia 0 0 0 9,14
19 Spanyol 0 0 0 10,11
20 Yugoslavia 0 0 0 10,12
21 Irlandia 0 0 0 13,13
22 Turki 0 0 0 11,14

No. Negara-negara non Eropa Medali setelah 2 turnamen Ranking Pada Turnamen Sebelumnya
Emas Perak Perunggu
1 China Taipei 0 0 0 7,12
2 Amerika Serikat 0 0 0 10,11
3 Indonesia 0 0 0 10
4 China 0 0 0 13
5 Japan 0 0 0 14
6 Singapura 0 0 0 16
7 Hong Kong 0 0 0 18
8 Botswana 0 0 0 21

Dilihat dari akumulasi medali yang pernah dikumpulkan negara-negara Eropa dan diluar Eropa pada event bridge universitas internasional, ternyata Belanda masih menduduki ranking 1, yaitu dengan 4 medali Emas dan 3 Perunggu (2 kejuaraan lagi meraih ranking 4 dan 5). Sementara Denmark pun mengintai dengan ketatnya dengan 3 medali Emas, 1 Perak dan 2 Perunggu (3 kejuaraan lagi merah ranking 7, 8 dan 9). Tinggal 1 kali saja penyelenggaraan, maka Denmark berpotensi untuk menggeser Belanda asal Belanda maksimal meraih Perunggu saja. DINAMIT Denmark sering meledak, dan pada kesempatan yang akan datang dinamit tersebut akan bisa tersulut dan meledak lagi, seperti saat mereka berhasil menjadi Juara Sepakbola Eropa tahun 1988, dengan Preben Elkjaer, Michael Laudrup dan Peter Schmeichel-nya.

Dari data 9 kejuaraan terakhir, baru 9 negara yang mendominasi perolehan medali, yaitu, Belanda, Denmark, Jerman, Austria, Italia, Inggris/GBR, Norwegia, Perancis dan Israel. Tinggal sekarang, apakah pada kejuaraan ke-10 akan muncul negara ke-10? Bila ya, kita harapkan bersama bahwa itu adalah negara kita tercinta, Indonesia. Potensi ada, bibit-bibit pemain ada, tradisi prestasi juga ada, tinggal penanganan serius, terprogram dan memperhatikan prosesnya yang memungkinkan prestasi itu akan tercapai. Kita masih ingat saat pertama kalinya tim bridge Universitas Indonesia menorehkan prestasi gemilangnya dengan meraih ranking 10 dunia dan meraih “The Most Impressive Recovery Throphy”. Kebanggaan itu bukan hanya milik Universitas Indonesia tetapi milik kita semua, para pecinta bridge dan juga kebanggaan bangsa setanah air.

Jatuh bangun prestasi olahraga kita di tanah air, dari Sepakbola, Bulutangkis, Dayung dan lain-lain janganlah diikuti oleh cabang Bridge. Kita usahakan prestasi bridge Indonesia berada diatas terus. Bila kesempatan untuk berprestasi di bridge pada tingkat universitas tidak kita manfaatkan, sangat disayangkan sekali, karena hanya kurun 2 tahun universitas-universitas China Taipei dan Amerika Serikat sudah mampu melampuai prestasi yang kita capai pada tahun 2000 (lihat tabel). Untuk kejuaraan serupa pada tahun 2004 nanti, seharusnya Indonesia sudah harus mempersiapkan timnya dari sekarang dari bibit-bibit muda di universitas seluruh Indonesia yang dikelola mulai dari universitas, klub-klub bridge, pengda-pengda dan GABSI. Sehingga tidak ada lagi alasan-alasan seperti yang dikemukan di depan muncul pada saat kejuaraan dunia antar universitas 2004 akan dimulai. Canangkanlah persiapan tersebut dengan program jangka pendek dan jangka panjang yang bisa mengisi semua kemungkinan pencapaian prestasi Nasional dan Internasional dengan tidak melupakan prosesnya.

Dinamit Denmark sering meledak dan mengeluarkan suara serta gema yang menakjubkan. Apakah ada versi Indonesianya? Bila ada, mana sumbunya? dan siapa yang bisa menyulutnya?

 

Ditulis oleh
Tommy Suhendra
Sekretaris Umum
GABRIAL – UI (Gabungan Bridge Alumni Universitas Indonesia)
Jl. H. Junaedi No.7, Cipete Selatan, Jakarta 12420
Telp. +62 21 751 4973, +62 21 7854 9005
Facs. +62 21 7854 9074
Mobile +62 811 1967 20
Email: tommy.suhendra@bp.com