By Muhammad Reza

Pada event Kepri Cup 2017, Gabrial-UI club menurunkan team yang terdiri dari Bambang Hendy Lukito (Playing Captain), Alfa Irinanda, Mirza Helmi, Kartika Sakti, Hidayattullah, dan Muhammad Reza sebagai penulis. Saya dan partner (Hidayattullah) untuk pertama kali bermain lagi secara partnership sejak terakhir kami bermain di event PABF 2003, dimana waktu itu kami memperkuat Tim Nasional Yunior.

Hasil akhir tim Gabrial UI ada di peringkat 8 Consolation, tidak sesuai target awal tapi juga tidak terlalu jelek mengingat lawan lawan di turnamen ini yang cukup kuat. Dari pencapaian partnership, saya cukup puas karena ternyata setelah tidak bermain bersama selama 14 tahun, kami masih cukup “connect” dan bisa bermain cukup stabil.
Berikut sedikit oleh2 dari Batam, beberapa board yang cukup menarik yang di mainkan di meja penulis.

Qualification Round 3 vs Kepulauan Seribu

Opening bid 2 dari Dayat berarti strong minor single suit or strong minor+Major, kemudian saya respond dengan relay 2. Dayat rebid 3 dan 3 yang berarti strong +. Bid 4 fit., dan 4 adalah cue bid. Sampai di sequence ini saya tidak menemukan pilihan bidding yang cocok, dan karena dari point sudah mencukupi untuk Grand Slam, saya langsung tutup kontrak dengan 7 . Note: Tutup kontrak dengan 7NT adalah pilihan yang lebih baik.

Di papan ini kami menang karena di meja sebelah lawan hanya bid 6 . Kalau menggunakan system bidding Precision, seperti nya kontrak Grand Slam akan lebih mudah di capai, karena space bidding yang masih cukup luas.

Walaupun dengan HCP yang terbatas, tapi dengan distribusi 6-4 di Major merupakan suatu value tambahan karena pasti ada FIT. Invitation bid dari saya dengan senang hati di tutup Game oleh Dayat. Score imbang karena di meja sebelah kontrak dan hasil akhir sama.

Qualification Round 4 vs X-Men (Singapore)

Kontrak akhir 3NT, dengan West opening lead 5. East menang dengan A dan kembali Q (better trik pertama East mainkan Q untuk menjaga komunikasi dengan partner dan menyulitkan declarer). Sudah ada 7 trik pasti plus 1 trik dari . Papan ini kelihatan nya seperti papan yang mudah, tapi kalau tidak hati2 bisa berakibat fatal.

Dari 2 trik pertama, analisa penulis kemungkinan besar  terbagi 5-3. Kontrak akan mudah terpenuhi kalau terbagi rata 3-3 atau  terkena potong. Bagaimana kalau 2 keadaan tersebut tidak terpenuhi ? Dari 2 trik pertama, penulis asumsi kan point rata, jadi sisa point di luar (A dan Q) ada di West. Jadi trik ke 3, penulis mainkan  ke Q. Begitu Q, kontrak sudah aman dengan potong . Papan ini kami plus 12 imps karena di meja sebelah kontrak 3NT mati 1.

Qualification Round 6 vs Pertamina Ladies

After respond stayman dan di respond opener dengan no 4cd Major, karena khawatir dengan stopper , Dayat coba check minor lagi dengan bid 3. Bid 3 berarti ada 5cd minor, 3 adalah relay, 3 menunjukkan 5cd . Keputusan Dayat untuk tutup game di 5, bukan di 3NT terbukti tepat. Plus score untuk Gabrial UI di papan ini karena di meja sebelah pasangan Lusje Boyoh dan Joice Tueje landing di 3NT dengan hasil mati 2.

Consolation Round 4 vs ACR Blue

Pada board ini, penulis mengalami dilemma untuk opening bid, apakah opening Strong 2 (strong three suiter, minor, or minor+Major) atau open 1. Karena HCP yang di batas antara opening normal dan strong, akhirnya penulis memutuskan melakukan opening 1, untuk menjaga space bidding dan kontrak akhir adalah 6.

Didit opening lead small , di menangkan dengan A di meja. Lalu Dayat mainkan tiga kali, pada saat  ke 3, Erwin truff dengan Q, dan Dayat discard  di tangan. Lalu Erwin kembali , Dayat potong Q dan mainkan A. Sisa kartu claimed dengan melakukan cross ruff. Hasil akhir kontrak 6 just made.

Kontrak akhir 6 di capai bukan melalui system bidding yang baik, tapi di dapat hasil kontrak yang optimum.

Penulis memutuskan tidak opening 2 di kesempatan pertama, karena kekuatan yang kurang untuk opening Weak 2 Major tangan kedua. Di kesempatan kedua, penulis coba masuk 2 untuk lead directing dan mempersempit space bid lawan. After bid 3 dari Erwin, Dayat coba kompetitif bid dengan melakukan Double. Dan kontrak akhir adalah 4 Doubled. Dengan 19 HCP yang sangat efektif, kontrak 4 berhasil di penuhi dengan melakukan intra finesse di . Good decision by Dayat untuk tutup kontrak 4, dengan pertimbangan pegangan lawan yang strong ada di bawah pegangan tangan North.

Consolation Round 7 vs ACR Blue

Afer opening 15-17 NT, Dayat rebid 3 showing 2 Major maksimum. Kontrak akhir adalah 6. Johan Mamesah (salah satu senior kami di Gabrial UI) yang duduk di Selatan opening lead dengan 9. Karena declarer salah memilih line of play, hasil akhir kontrak adalah 6 mati 1. Opening lead  dari Bang Johan adalah satu2 nya opening lead yang bisa menciptakan problem untuk declarer. Kontrak masih bisa di selamatkan dengan mainkan trump 3 kali di lanjutkan dengan mainkan  small ke K, dan  small ke small.

Qualification Round 7 vs Dauna Winaza

Pada session ini, pasangan kami di istirahatkan oleh Captain. Pasangan Kartika-Mirza landing di kontrak 6NT dengan lead K dari Timur. Trik ke 2 mainkan small  ke J, 12 tricks. Lawan di meja sebelah hanya bid Game 3NT. Pendapat penulis distribusi kartu ini di batas antara kontrak Game dan Slam. Kalau North upgrade pegangan nya 14 HCP good ke 15-17 1NT, bidding slam akan lebih mudah di capai. Pegangan South 16 HCP good point, tapi distribusi 4333 membuat pegangan tidak terlalu menarik.

Bravo Gabrial-UI ! Next time better !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *