Oleh: Ravi Rahdewa

 

Pasangan andalan SYABAS GABRIAL, Ravi Rahdewa – Elwindra sukses meraih JUARA 1 Piala Bupati Cup, di Kejurnas Bridge 2008, Banten. Disamping bermain dengan partner regular, Ravi juga sering berganti-ganti partner, seperti Syarifah Nina TA, David P Hutayaan, Bonny Waworuntu. Partner tetap Elwindra tetap saja menjadi partner terfavorit karena dengan kompaknya bisa bermanuver dan berkreasi untuk meraih prestasi puncak.

Berikut adalah materi yang akan dibahas Ravi Rahdewa untuk sharing kepada kita semua, anggota Gabrial-UI agar kita lebih banyak berfikir 2 detik agar hasil prestasi bisa lebih bagus. Semoga bermanfaat untuk kita semua dan teman-teman yang masuk mengakses website Gabrial-UI. Viva Bridge Indonesia.

SINYAL PREFERENCE

Sinyal Preference: signal untuk memberitahu partner tentang letak kekuatan kartu kita, dengan asumsi bahwa sebagian kartu baik di pihak kita maupun di pihak lawan telah/dapat diperkirakan (terbaca).

Permasalahan: Kapan signal ini dikeluarkan? Secara umum, signal ini dikeluarkan pada saat kita membuang loser di warna lain (saat kita memainkan warna lain karena tidak punya warna yg sedang dimainkan). Hal ini dapat dilakukan dengan mudah, dengan kekurangan bahwa kita harus menunggu saat loser yang belum tentu ada, atau kita ‘terpaksa’ membuang tempo yang mungkin dibutuhkan partner.

Expert player, sebagian besar, memilih untuk memakai signal distribusi sebagai pilihan utama dan memakai preference saat kartu tersebut sangat jelas merupakan preference. Kenapa? karena sebagian besar kartu dapat mereka perkirakan dari jalannya bid dan play, dibantu dengan asumsi lead yg dilakukan adalah ‘normal lead’ (baca buku lead, 27% kartu sudah ‘terbuka’ kalau lead dilakukan dgn ‘benar’). Alasan lain karena signal preference sulit untuk ditentukan, yang mana kartu ‘yang diprefer’?

Pedoman: preference dilakukan saat pertama kali kartu tersebut tidak dibutuhkan untuk memberikan signal yang lain. In Order, Come On-Count-Preference.

Contoh 1:

1-(1)-1-(2)
3-(3)-Semua Pass

Lead: A-2-?

: KJ92
: KT2
: JT92
: 92

apapun kartu saat ini adalah preference. Ingat partner bisa lead singleton, Come On tidak berpengaruh apalagi distribusi.

Contoh 2:

(1)-P-(2NT)-P
(3NT)-Semua Pass

Lead: 6-2-8-J

: K92
: 92
: KJ2
: KJ92
T-X-K-A (X:schmidt? count?)
K!-x-x-x (!: jgn dibahas)
J*-x-x-x (*: preference)
Q^-A-x-C
x-x-K-x
J-x-x-

: 6543
: 654
: Q2
: 6543

Diamond partner kecil besar. count? preference? kalau preference yang mana? yg pertama apa yg kedua? (*) adalah preference karena signal seharusnya tidak dipengaruhi oleh cara bermain declarer. Kalau declarer pasti duck 2x memang yang enak yang terakhir yg preference sehingga jelas kita minta dengan kombinasi KQJ.

Pedoman: preference dilakukan saat pertama kali kartu tersebut memungkinkan untuk dimenangkan partner, atau partner mungkin akan menang trick berikutnya.

Contoh 3:

(2)-2-(2)-P
(3)-P-(4)-Semua Pass

2 precision, 3 harusnya 65m. 2 semi signoff. 4: takut partner mau kasih tahu sesuatu yang dia tidak mengerti.

Lead: 6-3-A-4

Dummy:
: –
: 73
: AQ863
: AQJ875

Ini saatnya preference. Balik tidak berguna, balik masuk keranjang. Partner 3 kartu dengan honor, kalau 4 kartu dia bid 3 kecuali dia tipe pemalu; dan dia kan sudah tahu kita 5 kartu karena tidak rebid. Tentunya ini karena bid lawan 2 yang nonforcing.

: 964
: AQ852
: KJT54
: –

Saat ini kita harus melakukan preference dengan balik , karena partner mungkin akan menang (declarer belum tentu duck kalau dia pegang K). Jangan lupa, partner pegang 2 entry ( dan ); saat lawan draw trump, lakukan count dengan benar sehingga partner tahu kita kehabisan trump atau tidak.

Viva Gabrial!
Ravi Rahdewa
+62817855211

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *